Bhineka satu
Image default
Ekonomi

Pasca Naiknya Harga BBM, Bantuan Langsung Tunai BBM Berdampak Positif Bagi Masyarakat

HARIANKENDARI.COM, KENDARI – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia menjadi sebuah polemik di masyarakat. Sebelumnya Presiden Republik Indonesia (RI) mengumumkan penyesuaian harga BBM pada 3 juli 2022 lalu.

Dengan naiknya harga BBM tersebut berpotensi menekan masyarakat kecil. Namun, disisi lain pemerintah juga telah menyiapkan bantuan sosial sebesar 27.17 triliun dalam melindungi kelompok masyarakat kecil.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) berdampak baik untuk masyarakat pasca naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) jika bersifat continue atau berkelanjutan.

BLT merupakan salah satu solusi yang diambil oleh pemerintah untuk menekan inflasi yang berpotensi terjadi akibat naiknya lonjakan harga BBM yang mempengaruhi harga komoditi lainnya.

Dilansir dari video akun YouTube Sekretariat Presiden, Presiden RI, Joko Widodo menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk menekan pembengkakan dana subsidi, ini merupakan langkah akhir dari pemerintah.

Ia juga menyampaikan, subsidi ini mestinya di nikmati oleh masyarakat menengah ke bawah, tetapi faktanya yang menikmati subsidi ini adalah mereka pemilik kendaraan pribadi.

Hal ini membuat pemerintah mengambil sikap, untuk mengalihkan dana subsidi tersebut ke dalam implementasi Bantuan Langsung Tunai untuk masyarakat miskin dan Bantuan untuk Tenaga Kerja.

Menyikapi soal itu, Awak media menemui pihak Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Kabid Statistisi Ahli Madya Kordinator Fungsi, Ir. Surianti Toar, menjelaskan BLT tersebut dapat menekan laju inflasi bila bersifat continue atau berkelanjutan.

Menurutnya, dari data bulan lalu sebelum naiknya BBM, tepatnya bulan Agustus, Kota Kendari dan Baubau mengalami inflasi. Hal ini berpotensi akan berlanjut di bulan September ini sebab harga BBM naik dan komoditi lainnya mengikuti merangsek naik pula.

“Bulan ini, kami masih belum dapat menyajikan datanya, karena belum penuh satu bulan pasca naiknya BBM, tetapi di bulan lalu, Kendari dan Baubau mengalami inflasi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/9/22).

Lebih lanjut, pihaknya nantinya akan melakukan survei seperti yang bersifat mingguan, dua mingguan serta bulanan untuk dapat mengetahui dampak di masyarakat dari lonjakan harga BBM.

“Dalam penentuan datanya kami melakukan survei, perminggu, dua minggu dan perbulan, nanti setelah itu baru dapat kami rilis datanya,” ungkapnya

Artikel Lainnya

20 Perusahaan Buka 1.800 Loker di Kendari Sulawesi Tenggara

bhineka satu

Inisiatif Transparansi Penggunaan Sumberdaya Alam Pertambangan Mineral dan Batubara Kab.Konawe Utara

bhineka satu

Catat! Mulai 1 Agustus, Mobil Ini Dilarang Isi Pertalite

bhineka satu