Bhineka satu
Image default
Ekonomi

Ekonomi Sultra pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 5,07

Ekonomi Sultra pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 5,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (2021) yakni hanya 0,06 persen. Jika ditinjau dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) angkanya sudah menembus Rp34,87 triliun.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Agnes Widiastuti mengungkapkan, pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,53 persen, informasi dan komunikasi 9,51 persen, serta jasa perusahaan 9,47 persen.

Pada sektor lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 4,51 persen dan 1,89 persen. “Pertumbuhannya cukup baik,” ujar Agnes kepada Kendari Pos, Senin (9/5), kemarin.

Dari lima sektor lapangan usaha berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra tahun ini, lapangan usaha real estate mengalami kontraksi pertumbuhan sekira 2,83 persen. “Mudah-mudahan semakin terkendalinya pandemi Covid-19 dapat memacu gairah perekonomian daerah terutama pada peningkatan lapangan usaha real estate,” ungkap Agnes.

Terpisah, pakar ekonomi Sultra Dr.Syamsir Nur,SE.,M.Si mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan I tahun 2022 dipengaruhi berbagai intervensi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB UHO) itu menjelaskan pengaruh intervensi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi regional bisa ditinjau dari dua aspek.

Pertama, kebijakan fiskal yang diarahkan pada pemulihan ekonomi terutama disektor yang menjadi penopang. “Misalnya kemarin ada proyek investasi disektor pertanian, bendungan, jembatan, kemudian konstruksi disektor swasta yang sekarang begitu masif. Termasuk adanya kebijakan pemerintah pusat memberikan pinjaman ke pemerintah daerah. Itu juga menjadi penggerak ekonomi kita di sektor konstruksi,” ujar Dr.Syamsir Nur.

Kedua, intervensi pemerintah melalui kebijakan regulasi. Misalnya melalui Undang-undang Cipta Tenaga Kerja yang juga mulai menggerakkan investasi di daerah. “Kita lihat dari pertumbuhan PDRB itu pelan-pelan sektor konsumsi mulai bergerak,” ungkapnya.

Dr.Syamsir Nur memprediksikan tren positif pertumbuhan ekonomi Sultra masih berlanjut pada triwulan II. Ia optimistis ekonomi masih tumbuh mengingat
pada triwulan II kegiatan swasta maupun pemerintah itu sudah mulai bergerak dan anggarannya sudah mulai terserap.

Selanjutnya, pertumbuhan juga didukung oleh even yang digelar pemda baik berskala lokal maupun nasional. “Pada even nasional saat ini ada pelonggaran kebijakan pemerintah yang membolehkan kegiatan yang bersifat massal maupun terbatas itu akan mendorong sektor konsumsi rumah tangga maupun lembaga non profit pemerintah. Ini sangat baik,” kata Dr.Syamsir Nur.

Di sisi lain, belanja modal pemerintah, insentif fiskal maupun pemberian perlindungan sosial kepada masyarakat akibat Covid-19 sangat mendukung pertumbuhan ekonomi regional yang akan datang. “Saya optimistis ekonomi Sultra triwulan II bisa tumbuh hingga 5,2 persen,” pungkas Dr.Syamsir Nur.

Terpisah, Gubernur Sultra Ali Mazi melalui Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badallah menyampaikan, pertumbuhan ekonomi 5,07 persen pada triwulan I 2022 akan terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui konsistensi menggerakan roda perekonomian di semua sektor. Muaranya demi mendorong terciptanya kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah.

“Ini juga tak lepas dari program pemerintah pusat terkait pemulihan ekonomi nasional atau PEN di tengah badai Covid-19,” ujar Gubernur Ali Mazi seperti disitat Ridwan Badallah kepada Kendari Pos, Senin (9/5), kemarin.

Pertumbuhan ekonomi 5,07 persen tak lepas dari komitmen Gubernur Ali Mazi yang terus memajukan UMKM di Sultra. “Termasuk sinergi pembangunan yang baik bersama kepala daerah 17 kabupaten dan kota,” kata Ridwan Badallah.

Ridwan Badallah menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sultra ini merupakan kado istimewa di hari ulang tahun (HUT) ke-58 Sultra dan HUT 191 Kota Kendari. “Keberhasilan pertumbuhan ekonomi ini juga bagian dari output sinergisitas kerja seluruh OPD dan Forkopimda Pemprov Sultra yang gesit dan konsisten dalam membangun daerah yang adil, aman, maju, dan bermartabat,” tandasnya. (ags/ali/b)

Ekonomi Sultra Tumbuh 5,07 Persen

Artikel Lainnya

Menghapus Lebel Desa Tertinggal Lewat Wisata Baru

bhineka satu

Bbm Naik?? Ups!! Jangan Resah Dulu. Ini Penjelasanya

bhineka satu

Catat! Mulai 1 Agustus, Mobil Ini Dilarang Isi Pertalite

bhineka satu